Minggu, 29 April 2012

Kostum Kartini Ais



Cahaya matahari menembus lubang-lubang ventilasi. Tak jarang ada yang memaksa masuk dari lubang-lubang dinding yang terbuat dari triplek itu. Menjadikan rumah 6x10 ini terang benderang di pagi buta tanpa harus ditemani cahaya lampu.
Seorang wanita paruh baya sedang berkutat di depan kompor gas hasil subsidi pemerintah. Sudah dua tahun kompor ini menemaninya menyiapkan makanan untuk seluruh keluarga. Sebelumnya ia masih menggunakan tungku untuk memasak. Di sebelahnya terlihat seorang anak kecil berusaha memakai seragam sekolah.
“Umi, sudah rapi belum baju Ais?”
Umi memandang putri kesayangannya.
“Ini kerahnya belum rapi,” kata Umi sembari membenahi kerah baju Ais.
“Nanti juga kan ditutup pake kerudung Mi.”
“Iya, tapi walaupun tidak kelihatan Allah juga akan melihat. Bukankah ustadzah fatimah bilang kalau Allah menyukai kerapian dan kebersihan?”
“Oh iya,” senyum Ais merekah membuat lesung pipinya terlihat jelas.
“Ya sudah tunggu Umi di meja makan ya,” Umi mencium kening Ais. “Nanti kerudungmu Umi yang pakein.”
Ais berlari menuju ruang makan yang sebenarnya hanya satu meter dari dapur, bahkan tidak terdapat sekat. Ais sibuk memperhatikan Umi memasak. Memang selalu begitu. Rumah ini hanya dihuni mereka berdua. Abinya Ais pergi ke Arab untuk mempertahankan perekonomian keluarga. Seminggu sekali Abi menelfon. Sebulan yang lalu Abi mengirimkan uang untuk dibelikan handphone. Abi sungkan kepada Pak Dhe Hasan yang handphonenya selalu dipinjam Umi.
Ais melahap sarapan dengan semangat. Kata ustadzah Fatimah kita harus selalu bersyukur atas makanan yang dibuat oleh Ibu kita. “Walaupun makanan itu tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, sebisa mungkin tetap menghormati perasaan Ibu yang telah berusaha untuk memasakkan makanan buat kita, ya?” Wajah Ustadzah Fatimah lewat dibenak Ais.
^^^
Ais selalu duduk di depan saat kelas dimulai. Kata Umi biar bisa lebih konsentrasi. Kali ini mereka belajar menggambar.
“Anak-anak sekarang kalian boleh menggambar cita-cita kalian ya. Mau jadi apa sih kalian jika kalian besar nanti?” kata Ibu Guru.
“Iyaaa Bu...”
Ibu Guru berjalan-jalan memperhatikan gambar anak-anak. Ada yang menggambar sebuah masjid.
“Kamu ingin jadi apa Di?”
“Aku ingin jadi ustad Bu!”
Ibu Guru tersenyum dan menuju meja Ais.
“Ais, mau gambar apa?”
“Ais masih bingung mau jadi apa Bu, tapi Ais mau Umi, Abi dan Ais bisa tinggal dirumah yang besar. Pokoknya kita semua bisa ketemu setiap hari,” ucap Ais polos.
Ibu Guru mengelus kepala Ais.
“Nah, anak-anak minggu depan kan tanggal 21, siapa yang tahu hari apa itu?” tanya Ibu Guru.
Beberapa anak bisik-bisik.
“Ais tahu?”
Ais menggelengkan kepala.
Ibu Guru tersenyum. “133 tahun yang lalu lahirlah seorang gadis cantik di daerah bernama Jepara. Lahir dari sebuah keluarga bangsawan. Raden Ajeng Kartini namanya, biasa dipanggil RA Kartini saja. Ada yang pernah dengar?”
Beberapa anak mengangguk.
“Nah, untuk memperingati hari Kartini yang jatuh pada 21 April minggu depan, TK kita akan mengadakan karnaval.”
“Karnaval itu apa Bu Guru?” tanya salah seorang anak.
Ibu Guru tersenyum. “Karnaval nanti kita akan keliling kota bersama anak-anak dari sekolah lain.”
“Ooo....” mereka ber’o’ ria.
“Nah, Ibu harap kalian mempersiapkan baju untuk dipakai diacara itu. Nah, kalian pakailah baju menurut cita-cita kalian, mengerti?”
“Mengerti Bu...”
Mereka sibuk berbisik, menentukan akan memakai baju apa. Bahkan rela bertengkar agar pakaian mereka tidak sama.
Sesampai di rumah, Ais segera memberitahukan hal ini kepada Umi. Namun Umi hanya diam menunduk.
“Kenapa Umi?”
“Tidak apa-apa, memangnya Ais mau pakai baju apa? Ais sudah menentukan ingin jadi apa?”
Ais menggeleng. “Biar malam ini Ais fikirkan ya Umi. Atau Ais tanya sama Ayah saja ya Umi?”
“Nah, itu ide yang bagus.”
### 
Di mushala anak-anak sibuk mendengarkan Ustadzah Fatimah bercerita. Kali ini beliau bercerita tentang Ibnu Sina. Ilmuan terkenal dari Bukhara yang terkenal dengan kepiawainnya dalam bidang kesehatan. Dia mendapat julukan Bapak Kedokteran Modern. Karya-karya besar telah ia torehkan. Buku, karya ilmiah dan lain sebagainya. Dalam ilmu kedokteran, kitab Al-Qanun tulisan Ibnu Sina selama beberapa abad menjadi kitab rujukan utama dan paling otentik. Kitab ini mengupas kaedah-kaedah umum ilmu kedokteran, obat-obatan dan berbagai macam penyakit. Beliau sangat rajin membaca.
“Di sini siapa yang rajin membaca?”
Semua anak mengacungkan tangan.
“Bagus, dipertahnkan ya. Agar kelak kalian bisa seperti Ibnu Sina, menolong sesama dengan ilmu yang kita dapat, dan membuktikan pada dunia bahwa kalian pantas untuk dikenang dengan baik jika kalian sudah tidak tinggal di dunia ini lagi, seperti Ibnu Sina.”
@@@ 
Saat berjalan pulang, Ais merenungkan apa yang dikatakan Ustadzah Fatimah.
“Sepertinya jadi ilmuan dan dokter menyenangkan. Bisa tau banyak ilmu. Bisa nyembuhin Umi dan Abi jika mereka sakit. Yah, aku akan jadi dokter,” Ais berlari menuju rumah. Tak sabar memberitahu Umi tentang cata-cita yang telah ia temukan.
“Jadi dokter?” tanya Umi.
“Iya Umi, memangnya kenapa Umi? Kan kalau Umi dan Abi sakit nggak usah capek-capek pergi. Kan ada Ais yang jagain Umi dan Abi.”
Umi tersenyum. “Iya Ais, Ais boleh jadi apa saja. Terserah Ais. Yang penting Ais suka dan Ais bisa mempertanggung jawabkan pilihan Ais, yah.”
“Makasih Umi,” Ais memeluk Umi. “Tapi Umi, Ais dapat dari mana baju dokter buat karnaval minggu depan?”
“Iya nanti Umi cariin, siapa tau ada.”
Keesokan harinya Ais berangkat dengan gembira seperti biasanya. Ais terus mendesak Umi untuk segera mencarikan baju dokternya. Maka hari ini Umi pergi ke persewaan baju yang biasa dipakai anak-anak untuk karnaval.
“Semoga uangnya cukup. Sepertinya mahal. Ah, aku coba saja.”
Namun, ternyata firasat Umi benar satu set baju seharga 75.000 ditambah riasan wajah semuanya jadi 130.000. Sedangkan uang Umi hanya cukup untuk makan satu bulan ini. Abi rencananya akan mengirimkan uang bulan depan.
Umi mencari ke tempat lain. malah ada yang lebih mahal. Kalau beli baru bisa berlipat-lipat harganya.  
“Apa yang harus aku katakan pada Ais,” gumam Umi.
Ais sudah bercerita banyak kepada Tera, teman sebangkunya tentang cita-citanya menjadi seorang ilmuan dan dokter seperti Ibnu Sina.
“Wah, hebat. Semoga benar-benar terjadi ya Is. Jadi kalo aku sakit tinggal datang ke rumahmu.”
Ais mengangguk dengan semnagat. “Dengan senang hati.”
Umi masih degeluti perasaan bersalah. Kemana lagi Umi mencari pinjaman. Umi sudah banyak meminjam kesana kemari. Umi memutuskan untuk menelfon Abi.
“Maaf Umi, tapi uang Abi baru bisa keluar dua minggu lagi. Kemarin teman satu kamar Abi kecelakaan, jadi Abi pinjamkan untuk berobat. Katakan saja pada Ais untuk memakai baju yang paling bagus yang Abi belikan. Bilang saja, jadi dokter itu tidak seterusnya memakai seragam. Maafin Abi ya Umi.”
Umi menghela nafas. “Ya Allah, mudahkanlah jalan kami.”
***
Ais membantu Umi menyapu lantai depan. Sedari tadi ia mengoceh tentang cita-citanya yang ingin menjadi dokter.
“Gimana Umi, baju Ais udah dapat?”
Umi menghentikan pekerjaannya.
“Sini nak,” Umi memanggil Ais ke kursi kayu buatan Abi.
“Maafkan Umi ya, uang kita tidak mencukupi untuk membeli bahkan menyewa pakaian itu.” Umi memeluk Ais.
Ais diam saja. Sebenarnya ia juga takut hal ini terjadi. Sebab salah satu temannya pernah mengejeknya tidak mampu menyewa pakaian untuk karnaval.
“Ya sudah Umi, Ais tidak ikut saja. Lagi pula Ais masih bisa menonton mereka kan Umi?”
Umi merasa sangat bersalah. Betapa mulianya hati anak ini.
“Ais masih bisa ikut. Siapa bilang kalau nggak punya kostum Ais tidak boleh ikut. Kata Abi, lagipula dokter bisa kan berpakaian biasa seperti kita sehari-hari. Tinggal pilih baju Ais yang paling bagus. Nanti untuk rias wajahnya, biar Umi yang merias yaa.”
“Atau Ais pindah cita-cita saja umi? Jadi seperti Umi.”
Umi tersenyum dan membelai rambut Ais. “Semua anak perempuan pasti jadi seperti Umi kelak nak. Jadi seperti Umi bukanlah cita-cita. Kamu harus memikirkan yang lebih baik lagi dripada Umi.”
“Terus cita-cita itu apa Umi?”
“Emm.. Cita-cita itu impian yang kita inginkan kelak di masa depan, hal yang akan kita lakukan untuk memenuhi ibadah kita kepada Allah. Seperti impian Ais jadi dokter. Dokter adalah sebuah profesi yang mulia sekali. Umi senang Ais ingin menjadi dokter.”
Ais menatap jauh ke langit. Ia memikirkan semua perkataan Umi. Jadi sekarang apa keputusan Ais. Ia masih terlalu kecil untuk memikirkan sebuah cita-cita. Lagi pula cita-cita bisa berubah sepanjang waktu bukan? Tergantung nanti kita menjalani cita-cita kita seperti apa.
***
Satu hari sebelum karnaval, anak-anak satu kelas Ais sibuk membicarakan perhelatan besar ini. Ada yang sengaja membawa kostum mereka ke sekolah untuk diperlihatkan ke teman-teman. Ada yang membawa aksesorisnya. Dan semua ini membuat kelas ricuh.
“Ais, kamu jadi pakai kostum dokter? Sudah dapat?” tanya Tera.
Ais menggeleng.
“Loh kok belum? Kan karnavalnya besok?”
“Umi Ais tidak punya uang untuk menyewa. Jadi daripada Ais tidak memakai kostum, lebih baik Ais tidak ikut saja.”
Ibu guru yang tidak sengaja mendengarkan pembicaraan kanak-kanak manis ini memanggil Ais.
“Ais!”
“Iya Bu Guru.”
“Sini nak.”
Ais mendekat ke Bu Guru.
“Ais, cita-cita merupakan hal paling penting yang harus dimiliki setiap orang supaya dia bisa semangat untuk menuntut ilmu, beribadah kepada Allah dan selalu berjuang keras. Mengerti?”
Ais mengangguk.
“Lalu, cita-cita bisa berubah kapan saja. Mereka yang memakai kostum cita-cita mereka saat ini juga belum tentu akan menjadi kenyataan. Maka untuk besok, Ais bolehlah ikut, Ais jadi seperti siapa saja terserah Ais.”
“Tapi kata Umi, saat Ais mau jadi seperti Umi, Umi melarang.”
Ibu Guru tersenyum. “Itu karena Umi menginginkan Ais menjadi lebih dari Umi. Menjadi anak yang bisa membanggakan Umi. Nah, jadi dokter misalnya seperti cita-cita Ais.”
“Tapi Ais tidak punya kostumnya.”
“Memangnya Ibu Guru mewajibkan? Tidak kan Is. Ais bisa memakai apa saja. Nanti Ais bisa menjelaskan kepada penonton bahwa Ais ingin jadi dokter. Yaa...”
Ais berfikir dan mengangguk. “Terima kasih Bu Guru. Nanti Ais bilang sama Umi.”
*** 
Keesokan harinya Ais memilih baju yang paling bagus di almari. Mengenakan jilbab hijau cantik yang di jahit oleh Umi sendiri.
“Ais sudah siap?”
Ais mengangguk.
Hirik pikuk masyarakat yang haus akan hiburan membanjiri alun-alun kota. Mereka ingin menyaksikan acara yang telah mereka tunggu-tunggu tiap tahunnya. Berbagai acara dihelat. Salah satunya karnaval yang akan diikuti oleh anak-anak Taman Kanak-Kanak satu kota. Para orang tua yang harap-harap cemas mengenai keadaan anaknya. Ada yang ngambek gara-gara tidak nyaman dengan kostum yang mereka pakai.
Ada yang menagis meminta ice cream padahal wajahnya sudah cantik dihias make up.  Anak-anak memang selalu seperti itu. Lucu dan menggemaskan. Kelakuan mereka selalu alami dan tidak dibuat-buat. Itulah yang membuat mereka berhak disayang oleh semua orang.
Ais sudah berbaris rapi dengan teman-temannya.
“Ais, kamu sekarang jadi apa?”
Ais tersenyum.
“Ayo anak-anak. Kita sudah harus jalan. Nanti di alun-alun pak Walikota akan memilih salah satu dari kalian utuk mengetahui cita-cita kalian. Siap?”
“Siap Bu Guru!!!”
Lambaian hangat dari kerabat di tepi-tepi jalan mereka smabut dengan senyuman hangat. Ais melihat Umi berada diantara penonton. Melemparkan senyum bahagia ke Ais.
Tibalah di puncak acara, setelah berkeliling alun-alun dengan semangat anak-anak berbaris rapi di halaman alun-alun. Pak Walikota menyapa anak-anak. Beliau segera berkeliling memilih anak yang beruntung.
Pak Walikota tertarik dengan seorang anak. Yang tampak berbeda sekali dengan yang lainnya. Biasa. Namun yang biasa itulah yang membuatnya nampak berbeda.
“Siapa namamu?”
“Aisyah Pak!” jawab Aisyah.
“Nama yang bagus.”
“Terima kasih Pak.”
Umi terlihat semakin merapat ke tengah, ingin melihat anaknya bersama pak Walikota. Umi tersenyum senang.
“Bapak penasaran, kamu menjadi apa sekarang nak?”
Ais tersenyum.
“Saya menjadi Siti Aisyah Pak.”
“Siti Aisyah, istri nabi?”
“Iya Pak, Siti Aisyah. Istri nabi kita nabi Muhammad SAW.”
“Mengapa kamu menjadi beliau? Bukankah semuanya memakai baju cita-cita masing-masing. Seperti dokter, guru, polisi dan lainnya?”
“Saya ingin menjadi seperti Siti Aisyah...
Malam sebelum karnaval dimulai, Ais mengaji seperti biasa bersama ustadzah Fatimah di mushala. Kali ini ustadzah Fatimah bercerita tentang Siti Aisyah, isteri nabi.
“Beliau adalah isteri termuda nabi. Namun kepintaran beliau luar biasa. Hafal Al-Quran pada usia muda. Mampu menghafal banyak hadist. Aisyah ra menjunjung tinggi sekali kebenaran. Aisyah juga guru yang baik. ia tidak pernah bosan untuk menjawab semua pertanyaan yang diajukan kepadanya.  Beliau selalu menebar kedamaian dan cinta kepada siapa saja. Sebuah hadis dari (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Ibnu Majah dijelaskan ‘Banyak laki-laki yang sanggup mencapai kesempurnaan. Tetapi hanya ada beberapa perempuan yang bisa mencapai hal yang sama, yaitu maryam binti imran dan asiyah, istri firaun. Sungguh keutamaan Aisyah apabila dibandingkan dengan perempuan-perempuan lain sama seperti keutamaan tsarid ‘makanan yang terbuat dari daging dicampur dengan roti yang dipotong-potong’ dibandingkan dengan seluruh makanan lainnya’. Jadi maksudnya Aisyah merupakan wanita yang mulia dimata Allah.”
Ais tersentuh dengan cerita ustadzah Fatimah. Ia berfikir ingin menjadi seperti Aisyah saja, yang cerdas dan berkemampuan lebih, bahkan termasuk wanita yang mulia dimata Allah. Dengan kecerdasan seperti Siti Aisyah ia akan bisa mewujudkan cita-citanya yang ingin menjadi seorang dokter. Ais pun tak perlu menyewa pakaian. Ia memang tidak tahu seperti apa Siti Aisyah. Tapi karena namanya sendiri juga Aisyah, ia tak fikir panjang.
“Namaku kan juga Aisyah, jadi aku memakai bajuku sendiri aja, yang dibelikan Abi. Aisyah tersenyum.”
“Wah, hebat sekali nak, boleh kita menjadi apa saja. Kita juga perlu seseorang untuk dijadikan teladan, supaya kita bisa menjalani hidup dengan baik. Seperti idolamu Siti Aisyah. Kamu bisa menjadikan beliau sebagai teladan.”
“Pak Walikota, boleh juga kan Umi Ais jadi teladan?”
Pak Walikota tersenyum. “Boleh saja Ais, Ais bebas meilih siapa saja. Tidak Cuma Ais. Bapak ingin tahu alasan Ais menjadikan Umi Ais sebagai teladan.”
“Karena Umi sangat sayang sama Ais dan Abi. Umi juga seperti Siti Aisyah tau apapun yang Ais tanyakan. Umi tidak pernah terlambat bangun. Umi juga selalu menemani Ais sebelum tidur dan membacakan cerita buat Ais.”
Umi Ais meneteskan air mata disela-sela penonton yang juga memperlihatkan reaksi yang sama.
“Umi Ais ada si sini? Mana Pak Walikota ingin lihat.”
Ais mencari-cari. Kemudian ia menemukan sesosok wanita bergamis biru anggun, dengan wajah basah oleh air mata.
“Umiiii!!!!” Ais berlari menuju Umi.
“Umi Pak walikota ingin bertemu Umi.”
Umi mengangguk dan mengikuti buah hatinya.
Karnaval kali ini memiliki makna yang berbeda. Sebuah kasih sayang seorang anak kepada Ibunya serta kasih sayang Ibu kepada anaknya akan menjadikan kekuatan besar bagi siapa saja yang memiliki keinginan. Dan pemandangan yang lebih mengejutkan anak-anak berlari menuju Ibu masing-masing dan memeluk Ibu mereka. Karnaval hari Kartini ini seperti berubah menjadi hari Ibu sepertinya. Tidak masalah karena setiap saat kita bisa mencurahkan kasih sayang kita kepada Ibu. Tidak harus menunggu hari Kartini ataupun hari Ibu.
......................TAMAT.................

lucu-lucu banget adek2 nii...


Naik becak biar ga panass...


dirapiin dulu sebelum mulaiii...


eleuh... eleuh... ayu tenan adik2 e,, semoga kelak menjadi Kartini selanjutnya yaahhhh

Selasa, 24 April 2012

Bagaimana sih hukum kawat gig/behel dalam islam???



Nilai estetik sangat dibutuhkan oleh setiap manusia. Tak jarang mereka melakukan apa saja untuk memperindah diri masing-masing. Mulai dari luar maupun sampai ke dalam. Dalam bidang kedokteran gigi misalnya penggunaan kawat gigi atau biasa disebut behel ataupun brachet menjadi pilihan untuk memperindah bentuk gigi. Sekarang kawat gigi sudah mulai menjamur dikalangan masyarakat terutama para remaja. Mereka tak segan-segan merogoh kocek untuk memperindah bagian tubuh yang berfungsi untuk mengunyah ini.
Ada banyak variasi yang ditawarkan oleh dokter gigi. Kawat gigi yang bisa dilepas ataupun yang permanen. Memiliki karet  yang biasanya beraneka ragam warna serta yang hanya bentuk kawat. Pada umumnya kawat gigi berfungsi untuk merapikan gigi pasien. Waktu yang digunakan tergantung tingkat kejejalan gigi pasien. Rata-rata penggunaannya adalah dua tahun. Kawat gigi terdiri dari kawat, baracket (penopang kawat yang ditempelkan pada gigi terbuat dari logam, keramik, atau plastik) dan cincin karet yang berwarna warni. Kawat ini sendiri terbuat dari logam titanium ringan, tak berkarat dan memiliki kelentingan, ukuran serta bentuk yang bermacam-macam sesuai kebutuhan.
Selain merapikan gigi, banyak juga yang mengenakan kawat gigi hanya sebagai asesoris. Mereka menggunakannya sebagai mode masa kini. Rata-rata para remaja di kota-kota besar yang menggunakan kawat gigi sebagai asesoris. Karena sudah menjadi biasa, maka konsekuensi-konsekuensi dari penggunaan kawat gigi seperti stomatitis pada bibir serta berkurangnya nafsu makan. Bahkan ada juga yang menganggap pemakaian kawat gigi sebagai penurun berat badan.
Lalu, bagaimana pandangan pemakaian kawat gigi dalam islam?
Islam memerintahkan umatnya untuk senantiasa menjaga kesehatan gigi dan mulut. Seperti sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim: “Seandainya tidak akan merepotkan umatku, maka aku akan perintahkan kepada mereka untuk membersihkan gigi pada setiap akan shalat.”(HR Bukhari dan Muslim).
Bahkan setelah Rasulullah SAW wafat para para dokter muslim di era keemasan mengembangkan ilmu-ilmu kedokteran gigi. Henry W Noble (2002) dalam Tooth transplantation: a controversial story, History of Dentistry Research Group, Scottish Society for the History of Medicinemengakui bahwa para dokter Muslim di zaman kekhalifahan merupakan perintis dalam pengembangan ilmu kedokteran gigi. Seorang dokter Muslim bernama Abu al-Qasim Khalaf ibn al-Abbas Al-Zahrawi alias Abulcasis (930 M – 1013 M) telah sukses mengembangkan bedah gigi dan perbaikan gigi. Keberhasilannya yang telah memukau para dokter gigi modern itu tercantum dalam Kitab Al-Tasrif. Al-Zahrawi juga tercatat sebagai dokter yang mempelopori penggunaan gigi palsu atau gigi buatan yang terbuat dari tulang sapi.
Berbagai perawatan terhadap gigi mulai dikembangkan. Penambalan, pembuatan gigi palsu sampai pemasangan kawat gigi yang sudah dijelaskan di atas. Apakah semua itu diperbolehkn oleh islam? Sedangkan pada Q.S An Nisa 117-119 dijelaskan ‘’Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka,yang dilaknati Allah dan syaitan itu mengatakan: "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya) dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (merubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merobahnya". Barang siapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata’’. (Qs an-Nisa : 117-119)
Jadi apakah merapikan gigi merupakan kegiatan merubah ciptaan Allah? Kita harus melihat tujuan dari penggunaan kawat gigi itu sendiri.
“ Allah melaknat para wanita pembuat tato dan yang meminta dibuatkan tato, para wanita yang mencukur alis mereka dan para wanita yang meminta untuk dicukur alis mereka, dan para wanita yang mengikir gigi mereka, dengan tujuan mempercantik diri mereka, serta merubah ciptaan Allah Ta’ala.” (HR. Muslim)
Allah juga memperbolehkan kita untuk berobat. Tidak ada penyakit yang tidak mempunyai obat kecuali tua (HR Muslim). Pada umumnya penggunaan kawat gigi adalah untuk merapikan gigi sehingga memudahkan gigi untuk melaksanakan tugasnya sebagai alat pencernaan. Apabila susunan gigi teratur, maka untuk fungsi gigi akan menjadi optimal. Estetika hanya tujuan lain dari pemasangan kawat gigi.
Maka dari itu sah sah saja jika kita mengenakan kawat gigi untuk merapikan gigi kita supaya memudahkan kita untuk makan. Bukan hanya untuk sekedar mempercantik diri (nilai estetik). Wallahu Alam. [Rizma Yuga Adiningtyas KG 2011)


Selasa, 03 April 2012

coretan #2

Hari ini sudah berapa liter air mata ya??? hehe.. entahlah, aku tak tahu sebenarnya apa akibat dari sebab masalah ini. Akan ada kejutan apalagi nantinya? siapa yang tahu takdir. Berulang kali aku menanamkan pada diriku sendiri lautan yang tenang tidak akan membentuk pelaut yang tangguh. Ayah juga bilang, Ayah mau mempunyai anak yang tegar. Kuat menghadapi masalah. Hadapi, jalani, ikuti alur, ikhlas dg konsekuensinya. Allah selalu menyertaiku. Sekarang lagi butuh hug dari Ayah dan Ibu. Melihat film hafalan shalat delisa menjadikanku semakin sedih malah. Membuat aku semakin merasa bersalah. Aku tahu, ini tidak baik, mendzalimi diri sendiri. Aku tahu, harus selalu tegar dalam menghadapi cobaan, aku tahu teorinya. Tapi penerapannya itu gampang-gampang susah. Tapi dari masalah ini aku belajar banyak. Menanggapi masalah yang sepele tidak perlu dibesar-besarkan karena itu memang tidak perlu. Lebih selektif dan lebih kritis dalam mengambil keputusan, diskus dulu dg orang banyak. Siapa tahu dapat memabntu memecahkan masalah. Akan hancuru jikalau dua orang bodoh bertemu dan menyimpulkan sendiri masalah yang ada. Hanya kepada Allah lah kita mengadu, hanya kepada Allah kita memohon ampun dan perlindungan. Selalu ingat Allah, niscaya kita akan lega, walaupun nantinya akan timbul lagi perasaan sejenis galau, risau etc but tanamkan keyakinan bahwa setiap masalah akan bisa diselesaikan. 

Jika merasa berat dengan beban, Allah menjawab sekarang Allah telah meringankan kamu karena Dia mengetahui bahwa ada kelemahan padamu (QS Al Anfal 66)Janganlah engkau bersedih sesungguhnya Allah bersama kita (QS At Taubah:40). Itu yang berusaha aku tanamkan di hati dan fikiran saat ini. Sukses buat semuanya. Allahuakbar!!!

Senin, 02 April 2012

Skeletal

Ilmu kedokteran dasar I 
Kedokteran Gigi Univ Muhammadiyah Surakarta
Scenario II

Step I (klarifikasi istilah)
·         Upper cut                    : pukulan pendek dalam tinju dengan posisi tangan dan siku petinju berbentuk huruf V
·         Fraktur                         : patah,retak,
·         Costae                         : tulang rusuk(dada)
·         Fracture tipe open complex  : patah tulang yang disertai sobeknya kulit
·         Fraktur lee fort III       : fraktur supra zigomatic yaitu retak atau patah pada tulang cranio facial ,yang terpisah dari pelekatannya
·         TKO                            : technical knockout yaitu keadaan dimana atlet bela diri tidak mampu melanjutkan pertandingan
·         Temporo mandibula joint dextra    : sendi rahang bawah sebelah kanan yang menghubungkan tulang rahang bawah dan temporal
·         Dislokasi                      : pergeseran organ lunak(sendi) karena kecelakaan
·         Fraktur tulang              : patah atau retak pada tulang yang utuh

Step II (identifikasi masalah)
Step III (Jawaban)
1.      Apa saja macam-macam fraktur?dan jelaskan!
a.       Complete fraktur (fraktur komplet), patah pada seluruh garis tengah tulang,luas dan melintang. Biasanya disertai dengan perpindahan posisi tulang.
b.      Closed frakture (simple fracture), tidak menyebabkan robeknya kulit, integritas kulit masih utuh.
c.       Open fracture (compound frakture / komplikata/ kompleks), merupakan fraktur dengan luka pada kulit (integritas kulit rusak dan ujung tulang menonjol sampai menembus kulit) atau membran mukosa sampai ke patahan tulang. Fraktur terbuka digradasi menjadi:
Ø  Grade I: luka bersih dengan panjang kurang dari 1 cm.
Ø  Grade II: luka lebih luas tanpa kerusakan jaringan lunak yang ekstensif.
Ø  Grade III: sangat terkontaminasi, dan mengalami kerusakan jaringan lunak ekstensif.
d.      Greenstick, fraktur dimana salah satu sisi tulang patah sedang sisi lainnya membengkok.
e.       Transversal, fraktur sepanjang garis tengah tulang.
f.       Oblik, fraktur membentuk sudut dengan garis tengah tulang.
g.      Spiral, fraktur memuntir seputar batang tulang.
h.      Komunitif, fraktur dengan tulang pecah menjadi beberapa fragmen.
i.        Depresi, fraktur dengan frakmen patahan terdorong ke dalam (sering terjadi pada tulang tengkorak dan wajah).
j.        Kompresi, fraktur dimana tulang mengalami kompresi (terjadi pada tulang belakang).
k.      Patologik, fraktur yang terjadi pada daerah tulang berpenyakit (kista tulang, paget, metastasis tulang, tumor).
l.        Avulsi, tertariknya fragmen tulang oleh ligamen atau tendo pada prlekatannya.
m.    Epifisial, fraktur melalui epifisis.
n.      Impaksi, fraktur dimana fragmen tulang terdorong ke fragmen tulang lainnya.
2.      Apa penyebab fraktur?
a.       Trauma (benturan)
Ada dua trauma/ benturan yang dapat mengakibatkan fraktur, yaitu: Benturan langsung dan Benturan tidak langsung
b.      Tekanan/stres yang terus menerus dan berlangsung lama
c.       Tekanan kronis berulang dalam jangka waktu lama akan mengakibatkan fraktur (patah tulang) yang kebanyakan pada tulang tibia, fibula (tulang-tulang pada betis) atau metatarsal pada olahragawan, militer maupun penari.
d.      Contoh: Seorang yang senang baris berbaris dan menghentak-hentakkan kakinya, maka mungkin terjadi patah tulang di daerah tertentu.
e.       Adanya keadaan yang tidak normal pada tulang dan usia
f.       Kelemahan tulang yang abnormal karena adanya proses patologis seperti tumor maka dengan energi kekerasan yang minimal akan mengakibatkan fraktur yang pada orang normal belum dapat menimbulkan fraktur.

3.      Apa pengertian costae IV dan macam –macam costae?gambarnya!
Costae terbagi menjadi 3 verae(tulang sejati=7),spuriae(tulang palsu=3) dan fluktuantes(tulang melayang=2)
4.      Macam-macam fraktur lee fort?jelaskan!termasuk (tulang yang terlibat)

Lee fort terbagi menjadi 3 yaitu Lee for I (terdapat di maxilaris sampai bawah rongga hidung), Lee fort II (berbentuk pyramid dari bawah zigomaticum ke atas  ke nasale kemudian turun ke bawah zigomaticum ), Lee fort III(melewati orbitalis)

Fraktur Le Fort dibagi atas 3, yaitu :
- Le Fort I

Garis Fraktur berjalan dari sepanjang maksila bagian bawah sampai dengan bawah rongga hidung. Disebut juga dengan fraktur “guerin”. Kerusakan yang mungkin :
a.       Prosesus arteroralis
b.      Bagian dari sinus maksilaris
c.       Palatum durum
d.      Bagian bawah lamina pterigoid
- Le Fort II



Garis fraktur melalui tulang hidung dan diteruskan ke tulang lakrimalis, dasar orbita, pinggir infraorbita dan menyeberang ke bagian atas dari sinus maksilaris juga kea rah lamina pterogoid sampai ke fossa pterigo palatine. Disebut juga fraktur “pyramid”. Fraktur ini dapat merusak system lakrimalis, karena sangat mudah digerakkan maka disebut juga fraktur ini sebagai “floating maxilla (maksila yang melayang) ”

- Le Fort III


Garis Fraktur melalui sutura nasofrontal diteruskan sepanjang ethmoid junction melalui fissure orbitalis superior melintang kea rah dinding lateral ke orbita, sutura zigomatikum frontal dan sutura temporo-zigomatikum. Disebut juga sebaga “cranio-facial disjunction”. Merupakan fraktur yang memisahkan secara lengkap sutura tulang dan tulang cranial.
Komplikasi yang mungkin terjadi pada fraktur ini : keluarnya cairan otak melalui atap ethmoid dan lamina cribiformis.

5.      Penatalaksanaan(penyembuhan)dan pemeriksaan pada fraktur tulang?
-menghilangkan rasa nyeri
-mengembalikan posisi tulang yang retak seideal mungkin
-penyatuan tulang
-pengembalian fungsi tulang dengan fisioterapi
-setelah diperiksa oleh dokter kemudian di ronsen
6.      Apa bahayanya Fraktur lee fort III dan bagaimana proses penyembuhan lamanya proses?
Komplikasi yang mungkin terjadi pada fraktur ini : keluarnya cairan otak melalui atap ethmoid dan lamina cribiformis.

7.      Sebutkan pembagian cranium?
Terbagi menjadi 2 cranii(frontale,parietale,occipital,temporal) dan basis crania(mandibula,maxilla,vomer,ethmoidale,orbita)

8.      Bagaimana cara penatalaksanaan dislokasi pada tmj dextra?(beserta tehniknya)serta imobilisasinya

Menggeser tulang rahang dengan cepat dan tepat ke posisi semula oleh orang yang berpengalaman
Penatalaksanaan dislokasi sebagai berikut :
Ø  Lakukan reposisi segera.
Ø  Dislokasi sendi kecil dapat direposisi di tempat kejadian tanpa anestesi, misalnya : dislokasi siku, dislokasi bahu, dislokasi jari pada fase syok), sislokasi bahu, siku atau jari dapat direposisi dengan anestesi loca; dan obat penenang misalnya valium.
Ø  Dislokasi sendi besar, misalnya panggul memerlukan anestesi umum.
Tindakan Pada Dislokasi
1)      Dengan memanipulasi secara hati – hati, permukaan diluruskan kembali. Tindakan ini sering memerlukan anestesi umum untuk melemaskan otot – otonya.
2)      Pembedahan terbuka mungkin diperlukan khususnya kalau jaringan lunak terjepit di antara permukaan sendi.
3)      Persendian tersebut, disangka dengan pembebatan dengan gips. Misalnya : pada sendi pangkal paha, untuk memberikan kesembuhan pada ligamentum yang teregang.
4)      Fisioterapi harus segera dimulai untuk mempertahankan fungsi otot dan latcher (exercise) yang aktif dapat diawali secara dini untuk mendorong gerakan sendi yang penuh khususnya pada sendi bahu.
Dampak Masalah
Bila salah satu anggota tubuh mengalami gangguan yang mengakibatkan cedera, maka tubuh akan memberikan reaksi baik fisik maupun psikologis sebagai mekanisme pertahanan tubuh, disamping itu juga akan memberikan pengaruh atau dampak terhadap kebutuhan penderita sebagai makluk hidup yang holistik dan juga akan berpegaruh terhadap keluarga klien.
1)      Pola Persepsi dan Tata Laksana
Kesehatan Bahwa biasanya klien dislokasi mempunyai harapan dan alasan masuk Rumah Sakit, Adapun alasannya ingin segera sembuh dari penyakitnya dan harapan tersebut adalah tidak ingin terjadi kecacatan pada dirinya kelak di kemudian hari.
2)      Pola Nutrisi dan Metabolisme.
Pola nutrisi dan metabolik pada klien dislokasi jarang mengalami gangguan kecuali apabila terdapat trauma pada abdomen atau komplikasi lain yang dapat menyebabkan klien antreksia.
3)      Pola Aktifitas dan Latihan
Pada klien dislokasi setelah dilakukan pemasangan traksi akan mempengaruhi gerak dan pola. Aktivitasnya, oleh sebab itu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari – hari, klien akan di bantu oleh perawat atau keluarganya dan suami mungkin untuk dilakukan latihan rentang gerak baik aktif maupun pasif.
4)      Pola Tidur dan istirahat
Terganggunya pola tidur dan kebutuhan istirahat pada klien pemasangan traksi dengan dislokasi biasanya di sebabkan olah raga nyeri dan pemasangan juga di sebabkan adanya traksi.
5)      Pola Perceptual dan Kognitif
Klien biasanya kurang memahami tentang proses penyembuhan dan pembentukan atau penyambungan sendi kembali yang memerlukan proses dan waktu sehingga dalam tahap – tahap perawatan perlu kata penatalaksanaan yang kompraktif.
6)      Pola Defekasi dan Miksi
Klien kadang – kadang masih dalam perawatan di rumah sakit membatasi makan dan minum, hal ini dikarenakan adanya immobilisasi pemasangan traksi yang mengharuskan pasien tidak mempergunakan kakinya yang cedera untuk aktifitas sehingga klien kurang beraktifitas dan dapat mengakibatkan konstipasi (sembelit).
7)      Pola Seksual dan Repraduksi
Klien Dislokasi dengan pemasangan traksi jelas akan mempengaruhi pola kebutuhan seksualitas, di samping klien harus menjaga agar daerah traksi seminimal mungkin mendapat beban dan rasa nyeri yang tidak memungkinkan klien untuk melakukan aktifitas seksualnya.
8)      Pola Hubungan
Peran Pola hubungan peran berpengaruh sekali terutama sekali apabila klien seorang kepala rumah tangga yang merupakan satu – satunya orang yang mencari nafkah bagi keluarganya.
9)      Dampak Psikologis
Dampak psikologis yang ditimbulkan adalah rasa kuatir terhadap kecacatan yang mungkin terjadi kelak dikemudian hari sehingga memungkinkan tidak mampu beraktifitas seperti biasa.
10)  ImmobilisasiUntuk memungkinkan kesembuhan fragmen yang dipersatukan.
Komplikasi
Komplikasi yang dapat menyertai dislokasi antara lain :
o   Fraktur.
o   Kontraktur.
o   Trauma jaringan.
9.      Macam-macam dislokasi?
1)      Dislokasi Sendi Rahang
Dislokasi sendi rahang dapat terjadi karena :
1)      Menguap atau terlalu lebar.
2)      Terkena pukulan keras ketika rahang sedang terbuka, akibatnya penderita tidak dapat menutup mulutnya kembali.
Tindakan Pertolongan : Rahang ditekan ke bawah dengan kedua ibu jari sudah dilindungi balutan tadi. Ibu jari tersebut diletakkan di graham yang paling belakang. Tekanan itu harus mantap tapi pelan – pelan. Bersamaan dengan penekanan itu jari – jari yang lain mengangkat dagu penderita ke atas. Apabila berhasil rahang itu akan menutup dengan cepat dan keras.
Setelah selesai untuk beberapa saat pasien tidak diperbolehkan terlalu sering membuka mulutnya.
2)      Dislokasi Sendi Jari.
Sendi jari mudah mengalami dislokasi dan bila tidak ditolong dengan segera sendi tersebut akan menjadi kaku kelak. Sendi jari dapat mengalami dislokasi ke arah telapak tangan atau punggung tangan.
Tindakan Pertolongan : Jari yang cedera dengan tarikan yang cukup kuat tapi tidak disentakkan. Sambil menarik, sendi yang terpeleset ditekan dengan ibu jari dan telunjuk. Akan terasa bahwa sendi itu kembali ke tempat asalnya. Setelah diperbaiki sebaiknya untuk sementara waktu ibu jari yang sakit itu dibidai. Untuk membidai dalam kedudukan setengah melingkar seolah – olah membentuk huruf O dengan ibu jari.
3)      Dislokasi Sendi Bahu
Dislokasi yang sering ke depan. Yaitu kepala lengan atas terpeleset ke arah dada. tetapi kemampuan arah dislokasi tersebut ia akan menyebabkan gerakan yang terbatas dan rasa nyeri yang hebat bila bahu digerakkan.
Tanda – tanda lainnya :Lengan menjadi kaku dan siku agak terdorong menjauhi sumbu tubuh. Ujung tulang bahu akan nampak menonjol ke luar. Sedang di bagian depan tulang bahu nampak ada cekungan ke dalam.
Tindakan Pertolongan :Usaha memperbaiki letak sendi yang terpeleset itu harus dikerjakan secepat mungkin, tetapi harus dengan tenang dan hati – hati. Jangan sampai itu justru merusak jaringan – jaringan penting lainnya. Apabila usaha itu tidak berhasil, sebaiknya jangan diulang lagi. Kirim saja klien ke Rumah sakit segera.
Apabila tidak ada patah tulang, dislokasi sendi bahu dapat diperbaiki dengan cara sebagai berikut :Ketiak yang cedera ditekan dengan telapak kaki (tanpa sepatu) sementara itu lengan penderita ditarik sesuai dengan arah letak kedudukannya ketiak itu.Tarikan itu harus dilakukan dengan pelan dan semakin lama semakin kuat, hal itu untuk menghidarkan rasa nyeri yang hebat yang dapat mengakibatkan terjadinya shock. Selain tarikan yang mendadak merusak jaringan – jaringan yang ada di sekitar sendi. Setelah ditarik dengan kekuatan yang tetap beberapa menit, dengan hati – hati lengan atas diputar ke luar (arah menjauhi tubuh). Hal ini sebaiknya dilakukan dengan siku terlipat dengan cara ini diharapkan ujung tulang lengan atas menggeser kembali ke tempat semula.
4)     Dislokasi Sendi Siku Jatuh pada tangan dapat menimbulkan dislokasi sendi siku ke arah posterior. Reposisi dilanjutkan dengan membatasi gerakan dalam sling atau gips selama tiga minggu untuk memberikan kesembuhan pada sumpai sendi.
5)     Dislokasi Sendi Metacarpophalangeal Dan Inter PhalangealDislokasi disebabkan oleh hiperekstensi – ekstensi persendian direposisi secara hati – hati dengan tindakan manipulasi tetapi pembedahan terbuka mungkin diperlukan untuk mengeluarkan jaringan lunak yang terjepit di antara permukaan sendi.
6)     Dislokasi Sendi Pangkal PahaDiperlukan gaya yang kuat untuk menimbulkan dislokasi sendi ini dan umumnya dislokasi ini terjadi akibat kecelakaan lalu lintas (tabrakan mobil). Dalam posisi duduk benturan dash board pada lutut pengemudi diteruskan sepanjang tulang femur dan mendorong caput femuris ke arah poterior ke luar dati acetabulum yaitu bagian yang paling pangkal.
Tindakannya adalah reposisi dengan anestesi umum dan pemasangan gips selama enam minggu atau tirah baring dengan traksi yang ringan untuk mengistirahatkan persendian dan memberikan kesembuhan bagi ligamentum. Dislokasi sendi lutut dan eksremitas bawah sangat jarang terjadi kecuali peda pergelangan kaki di mana dislokasi disertai fraktur.

10.  Apa Fungsi tulang?
-tempat melekatnya otot
-pemberi bentuk tubuh
-penopang
-melindungi organ vital
-alat gerak pasif
-penghasil sel darah merah

11.  Apa ciri-ciri fisik fraktur tulang?
-bengkak
-tidak bisa bergerak
-perubahan bentuk
-terasa nyeri

12.  Bagaimana proses remodeling pada fraktur tulang?
-dengan penyusunan kalsium
Osteoblast                   osteoklast
(fibroblast )                      (monosit)





-pembentukan tlg           -menyerap
                                               mbtk pH asam:4
                                               -mlarutk hidroksiapatit
                                                -protease asam hancurk
                                       kolagen
                                     endositosis àc. intersitiel



Adalah pembentukan dan penyerapan tulang secara terus-menerus
pembentukan àoleh osteoblast
penyerapan tulang àosteoklast
kecepatan pengendapan dan absorpsi tulang sama satu dengan lainnya, sehingga massa total dari tulang tetap konstan
Tulang tua scr konstan mengalami remodelingàtulang dapat berespon thd stres & regangan


13.  Apa struktur penyusun tulang?

Macam-macam Persendian (Artikulasi)- Coba gerakkan siku tangan dan lutut kaki Anda dengan gerakan menekuk! Apakah anggota gerak Anda itu dapat digerakkan menekuk? Mengapa bisa terjadi demikian? Jika Anda perhatikan, pada anggota badan yang tertekuk tersebut, dapat diketahui bahwa di sana terdapat 2 tulang yang saling dihubungkan. Itulah yang dimaksud persendian atau artikulasi. Sendi yang menyusun kerangka manusia terdapat di beberapa tempat. Ini dapat dijelaskan pada tulisan ini. Dari gambar tersebut dapat diketahui berbagai macam sendi. Secara garis besar, sendi-sendi tersebut dapat dibedakan menjadi 3 macam.
1. Amfiartrosis
2. Sinartrosis
3. Diartrosis
1.Amfiartrosis
persendian yang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan sehingga memungkinkan terjadinya sedikit gerakan http://id.wikipedia.org/wiki/Sendi
·         Sindesmosis: Tulang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen. Contoh:persendian antara fibula dan tibia.
·         Simfisis: Tulang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan yang berbentuk seperi cakram. Contoh: hubungan antara ruas-ruas tulang belakang.

Amfiartosis adalah persendian di mana gerakan yang terjadi amat terbatas. Misalnya hubungan antartulang rusuk dengan ruas-ruas tulang belakang. Tulang-tulang tersebut dapat menimbulkan gerakan pada saat kita bernapas.
amfiartrosis
amfiartrosis
2. Sinartrosis
Sinartrtosis adalah persendian yang tidak memperbolehkan pergerakan. Dapat dibedakan menjadi dua: http://id.wikipedia.org/wiki/Sendi
·         Sinartrosis sinfibrosis: sinartrosis yang tulangnya dihubungkan jaringan ikat fibrosa. Contoh: persendian tulang tengkorak.
·         Sinartrosis sinkondrosis: sinartrosis yang dihubungkan oleh tulang rawan. Contoh: hubungan antarsegmen pada tulang belakang.

Persendian sinartrosis tidak memungkinkan adanya gerakan. Persendian ini dibedakan menjadi dua. a.Sinartrosis Sinkondrosis
Pada persendian ini penghubungnya adalah tulang rawan. Misalnya:
a) hubungan antara tulang rusuk dan ruas tulang dada;
b) hubungan antara ruas-ruas tulang belakang.
b. Sinartrosis Sinfibrosis
Pada persendian ini penghubungnya adalah serabut jaringan ikat. Misalnya, hubungan antar tulang tengkorak (
sutura). Hubungan itu dapat Anda lihat pada Gambar
Persendian sinartrosis sinfibrosis
Persendian sinartrosis sinfibrosis
Persendian sinartrosis sinfibrosis
3. Diartrosis
Diartrosis adalah persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan. Dapat dikelempokkan menjadi: http://id.wikipedia.org/wiki/Sendi
·         Sendi peluru: persendian yang memungkinkan pergerakan ke segala arah. Contoh: hubungan tulang lengan atas dengan tulang belikat.
·         Sendi pelana: persendian yang memungkinkan beberapa gerakan rotasi, namun tidak ke segala arah. Contoh: hubungan tulang telapak tangan dan jari tangan.
·         Sendi putar: persendian yang memungkinkan gerakan berputar (rotasi). Contoh: hubungan tulang tengkorak dengan tulang belakang I (atlas).
·         Sendi luncur: persendian yang memungkinkan gerak rotasi pada satu bidang datar. Contoh: hubungan tulang pergerlangan kaki.
·         Sendi engsel: persendian yang memungkinkan gerakan satu arah. Contoh: sendi siku antara tulang lengan atas dan tulang hasta.

Pada jenis persendian diartosis, gerakan yang terjadi banyak dan leluasa. Macam-macam persendian diartosis yaitu sebagai berikut.
a. Sendi Peluru
Sendi peluru adalah hubungan antartulang di mana kedua ujung tulang berbentuk bongkol dan lekuk, serta memungkinkan pergerakan yang lebih bebas berporos tiga. Hubungan sendi peluru terjadi pada persendian antara tulang belikat dengan tulang lengan atas, antara tulang paha dengan tulang pinggul. Agar lebih jelas tentang sendi peluru, perhatikan Gambar
sendi peluru
sendi peluru
b. Sendi Pelana
Sendi pelana merupakan hubungan antartulang yang memungkinkan gerakan kedua arah, dengan bidang-bidang sendinya berbentuk pelana. Hubungan sendi pelana dapat terjadi pada persendian antara tulang pergelangan tangan dengan tulang telapak tangan, persendian pada ibu jari, metakarpal dan karpal. Agar lebih jelas mengenai sendi pelana, dapat Anda perhatikan Gambar
sendi pelana
sendi pelana
c. Sendi Engsel
Sendi engsel Hubungan antartulang di mana ujung-ujungnya seperti engsel dan berbentuk lekukan. Gerakan sendi sendi engsel mempunyai 1 poros. Hubungan sendi engsel dapat terjadi pada siku, lutut, dan jari-jari. Perhatikan Gambar sendi engsel dibawah ini.
Sendi Engsel
Sendi Engsel
Sendi engsel
d. Sendi Putar
Sendi putar merupakan Hubungan antartulang, di mana tulang yang satu berputar terhadap tulang lain. Gerakan rotasi dari sendi putar memiliki 1 poros. Hubungan sendi putar dapat terjadi antara tulang hasta dan tulang pengumpil, antara tulang kepala dan tulang atlas, antara tulang betis dan kering. Untuk lebih jelasnya mengenai sendi putar dapat Anda lihat pada Gambar
Sendi putar
Sendi putar
e. Sendi Luncur
Sendi luncur merupakan Hubungan antartulang yang memungkinkan gerakan tulang badan membungkuk dan menggeliat. Sendi luncur tidak berporos. Hubungan sendi luncur dapat terjadi pada hubungan antar ruas tulang belakang, persendian antara pergelangan tangan dan tulang pengumpil seperti terlihat pada gambar sendi luncur dibawah ini!
sendi luncur
sendi luncur
BAB I
PENDAHULUAN
     1. 1   Latar Belakang
Dislokasi mandibula adalah suatu gangguan yang terjadi karena pergeseran sendi. penderita dengan gangguan ini akan merasa tidak nyaman walaupun gangguan ini jarang disertai dengan rasa sakit yang hebat.
Dislokasi dapat terjadi satu sisi (unilateral) atau dua sisi (bilateral) dan dapat bersifat akut atau emergensi, kronis atau long-standing serta kronis yang bersifat rekuren yang dikenal dengan dislokasi habitual, sehingga penderita akan mengalami kelemahan yang sifatnya abnormal dari kabsula pendukung dan Ligamen.
            Dislokasi didefinisikan sebagai pergerakan kondilus kearah depan dari eminensia artiklare yang memerlukan beberapa bentuk manipulasi untuk mereduksinya, dislokasi berbeda dengan subluksasi dimana pasien dapat mengembalikan kondilus ke dalam fosa secara normal.
Pada sebagian besar kasus, dislokasi terjadi secara spontan saat membuka mulut terlalu lebar, misalnya menguap, berteriak, makan, bernyanyi atau pada saat perawtan gigi. Penderita dengan fosa mandibula yang dangkal dan kepala kondilus tidak berkembang dengan baik, merupakan factor predisposisi terjadinya dislokasi. Dislokasi dapat pula terjadi pada saat manipulasi airway dalam tindakan anesthesia, dan pada kasus trauma pada rahang yang umumnya terjadi oleh karena kekuatan benturan kearah bawah dari mandibula pada saat membuka mulut sebagian.
BAB II
TINJAUAN TEORI
2.1  Anatomi Temporomandibular Joint (TMJ)
Temporomandibular joint ( TMJ ) adalah persendiaan dari kondilus mandibula dengan fossa gleinodalis dari tulang temporal. Temporomandibula merupakan sendi yang bertanggung jawab terhadap pergerakan membuka dan menutup rahang mengunyah dan berbicara yang letaknya dibawah depan telinga. 
Sendi temporomandibula merupakan satu-satunya sendi di kepala, sehingga bila terjadi sesuatu pada salah satu sendi ini, maka seseorang mengalami masalah yang serius. Masalah tersebut berupa nyeri saat membuka, menutup mulut, makan, mengunyah, berbicara, bahkan dapat menyebabkan mulut terkunci. Kelainan sendi temporomandibula disebut dengan disfungsi temporomandibular. Salah satu gejala kelainan ini munculnya bunyi saat rahang membuka dan menutup. Bunyi ini disebut dengan clicking yang seringkali, tidak disertai nyeri sehingga pasien tidak menyadari adanya kelainan sendi temporomandibular. 



Susunan anatomi normal dari Temporomandibula joint ini dibentuk oleh bagian – bagian: 
Gambar 1. Anatomy Temporo Mandibular Joint
1.      Fossa glenoidalis,
2.      Prosesus kondiloideus 
3.      Ligamen 
4.      Rongga Synovial 
5.      Diskus artikularis 
1.      Fossa Glenoidalis atau fossa mandibularis dari tulang temporal. Bagian anterior berhubungan dengan eminensia artikularis, merupakan artikulasi dari fossa glenoidalis. Bagian posterior dari fossa glenoidalis merupakan dataran tympani dari tulang temporal.
2.       Prosesus kondiloideus dari tulang mandibula. Merupakan tulang yang berbentuk elips yang mempunyai kepala dan leher. 
3.      Ligamen. Fungsi dari ligamen yang membentuk Temporomandibula joint ini adalah sebagai alat untuk menghubungkan tulang temporal dengan prosesus kondiloideus dari tulang mandibula serta membatasi gerak mandibula membuka, menutup mulut, pergerakan ke samping, dan gerakan lain. Ligament yang menyusun temporomandibula joint terdiri dari : 
a.       Ligamen temporo mandibular 
b.      Ligamen spheno mandibular 
c.       Ligamen stylo mandibular 
4.      Rongga Synovial. Terdiri dari dua bagian yaitu bagian superior dan bagian inferior. Fungsi dari rongga synovial ini adalah menghasilkan cairan pelumas yang berguna untuk pergerakan sendi. 
5.      Diskus Artikularis. Merupakan tulang fibro kartilago di dalam persendian temporomandibular yang terletak di antara prosesus kondiloideus dan fossa glenoidalis. Diskus Artikularis ini merupakan bantalan tulang rawan yang tidak dapat menahan sinar x sahingga gambarannya radiolusen. 

Pergerakan temporomandibula joint ini dibagi menjadi dua gerak utama yaitu : 
     a.       Gerak Rotasi 
Ketika caput processus condylaris bergerak pivot dalam kompartemen sendi bagian bawah dalam hubungannya dengan discus articularis. 
     b.      Gerak meluncur atau translasi 
Dimana caput mandibula dan discus articularis bergerak disepanjang permukaan bawah Os. Temporale pada kompartemaen sendi bagian atas. Kombinasi gerak sendi dan meluncur diperlukan agar cavum oris dibuja lebar – lebar. Gerak sendi pada individu dewasa yang normal mempunyai kisaran 20 – 25mm antara gigi geligi anterior atas dan bawah. Bila dikombinasikan dengan gerak meluncur kisaran gerak membuka mulut yang normal akan meningkat menjadi 35 – 45mm7. 
     2.1  Definisi DisklokasiTemporomandibular Joint (TMJ)
Dislokasi temporomandibular joint (TMJ) adalah suatu gangguan yang terjadi karena pergeseran sendi antara tulang temporang dengan tulang rahang (mandibula).

     2.3  Etiologi dan Patofisiologi
2.3.1        Patofisiologi Dislokasi Temporomandibular Joint (TMJ)
Dislokasi dari temporomandibularjoint (TMJ) seringkali timbul dan disebabkan oleh hipermobilitas dari mandibula. Subluxation (dislokasi parsial dari sendi) menyebabkan pemindahan dari kondilus, biasanya tidak membutuhkan pengelolaan medis. Kondisi yang lebih serius timbul ketika kondilus mandibula bertranslasi ke anterior di depan articular eminence dan terkunci pada posisi itu. Dislokasi dapat terjadi secara unilateral atau bilateral dan dapat timbul secara spontan ketika mulut membuka secara lebar, seperti pada saat menguap, makan atau pada saat prosedur perawatan gigi. Dislokasi dari kondilus mandibula yang bertahan lebih dari beberapa detik biasanya akan menyebabkan sakit dan biasanya juga menimbulakn kejang otot parah.
      Dislokasi dapat diatasi sesegera mungkin. Pengurangannya dilakukan dengan membuat tekanan kebawah pada gigi posterior dan tekanan ke atas pada dagu, disertai dengan displacement/pemindahan pada posterior mandibula. Pengurangan ini biasanya juga tidak sulit.
2.3.2        Etiologi Dislokasi
a)      Pasien mempunyai fosa mandibular yang dangkal serta kondilus yang tidak berkembang dengan baik;
b)      Anatomi yang abnormal serta kerusakan dari stabilisasi ligament yang akan mempunyai kecenderungan untuk terjadi kembali (rekuren);
c)      Membuka mulut yang terlalu lebar atau terlalu lama;
d)     Kelemahan kapsuler yang dihubungkan dengan subluksasi kronis;
e)      Diskoordinasi otot-otot karena pemakaian obat-obatan atau gnagguan neurologis.
Dislokasi kronis rekuren berhubungan dengan kelemahan kapsula dan ligament yang diakibatkan oleh penyembuhan yang tidak adekuat dari penyakit degenerative, hipermobiliti serta adanya trama dan oklusal disharmoni, yang akan menyebabkan spasme dari oto-otot masetter dan pterygoid lateralis. Problem emosional dan gangguan neurofisiologi adalah factor lain yang berhubungan.